TUGAS AIJ 01 - PENGALAMATAN JARINGAN
Pengalamatan Jaringan
1). IP ADDRESS
Internet Protocol address (atau disingkat alamat IP) adalah label numerik yang ditetapkan untuk setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer yang menggunakan Protokol Internet untuk komunikasi.[1][2] Alamat IP memiliki dua fungsi utama: host atau identifikasi antarmuka jaringan dan pengalamatan lokasi.
Internet Protocol versi 4 (IPv4) mendefinisikan alamat IP sebagai nomor 32-bit.[2] Namun, karena pertumbuhan Internet dan menipisnya alamat IPv4 yang tersedia, versi baru IP (IPv6), menggunakan 128 bit untuk alamat IP, distandarisasi pada tahun 1998.[3][4][5] Penyebaran IPv6 telah berlangsung sejak pertengahan 2000-an.
Alamat IP ditulis dan ditampilkan dalam notasi yang dapat dibaca manusia, seperti 172.16.254.1 di IPv4, dan 2001: db8: 0: 1234: 0: 567: 8: 1 di IPv6. Ukuran awalan perutean alamat ditetapkan dalam notasi CIDR dengan suffixing alamat dengan jumlah bit signifikan, mis., 192.168.1.15/24, yang setara dengan subnet mask yang digunakan secara historis 255.255.255.0.
Ruang alamat IP dikelola secara global oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA), dan oleh lima pendaftar Internet regional (RIR) yang bertanggung jawab di wilayah yang ditunjuk untuk penugasan ke pendaftar Internet lokal, seperti penyedia layanan Internet, dan pengguna akhir lainnya. Alamat IPv4 didistribusikan oleh IANA ke RIR dalam blok masing-masing sekitar 16,8 juta alamat, tetapi telah habis pada tingkat IANA sejak 2011. Hanya satu dari RIR yang masih memiliki persediaan untuk penugasan lokal di Afrika.[6] Beberapa alamat IPv4 dicadangkan untuk jaringan pribadi dan tidak unik secara global.
Administrator jaringan menetapkan alamat IP untuk setiap perangkat yang terhubung ke jaringan. Penugasan semacam itu mungkin bersifat statis (tetap atau permanen) atau dinamis, tergantung pada praktik jaringan dan fitur perangkat lunak.
- Fungsi :
Alamat IP melayani dua fungsi utama. Ini mengidentifikasi host, atau lebih khusus antarmuka jaringannya, dan menyediakan lokasi host di jaringan, dan dengan demikian kemampuan membangun jalur ke host tersebut. Perannya telah ditandai sebagai berikut: "Sebuah nama menunjukkan apa yang kita cari. Alamat menunjukkan di mana tempatnya. Rute menunjukkan bagaimana menuju ke sana."[2] Header setiap paket IP berisi alamat IP dari host pengirim, dan host tujuan.
sc:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP
2). MAC ADDRESS
Sebuah alamat MAC adalah identifier unik yang diberikan oleh produsen ke bagian dari perangkat keras jaringan (seperti kartu nirkabel atau kartu ethernet). MAC adalah singkatan dari Media Access Control, dan masing-masing pengenal dimaksudkan agar unik untuk perangkat tertentu.
Suatu alamat MAC terdiri dari enam set dua karakter, masing-masing dipisahkan oleh titik dua. 00:1B:44:11:3A:B7 adalah suatu contoh dari alamat MAC.
Untuk mengidentifikasi alamat MAC dari perangkat keras jaringan Anda sendiri:
Buka ringkasan Aktivitas dan mulai mengetik Jaringan.
Klik pada Jaringan untuk membuka panel.
Pilih perangkat, Wi-Fi, atau Kabel, dari panel kiri.
Alamat MAC untuk perangkat kabel akan ditampilkan sebagai Alamat Perangkat Keras di sebelah kanan.
Klik tombol pengaturan untuk melihat alamat MAC untuk perangkat nirkabel yang ditampilkan sebagai Alamat Perangkat Keras di panel Rincian.
Dalam prakteknya, Anda mungkin perlu mengubah atau "spoof" alamat MAC. Misalnya, beberapa penyedia layanan internet mungkin mengharuskan alamat MAC tertentu digunakan untuk mengakses layanan mereka. Jika kartu jaringan berhenti bekerja, dan Anda perlu untuk menukar kartu baru, layanan tidak akan bekerja lagi. Dalam kasus tersebut, Anda akan perlu men-spoof alamat MAC.
sc:https://help.gnome.org/users/gnome-help/stable/net-macaddress.html.id#:~:text=Sebuah%20alamat%20MAC%20adalah%20identifier,agar%20unik%20untuk%20perangkat%20tertentu
3). PEMBAGIAN KELAS IP ADDRESS
Pembagian Kelas IPV4
IPV4 terdiri dari beberapa kelas, yakni A-B-C-D-E. Berikut penjelasannya.
1.Kelas A
Rentang angka IP : 0.0.0.0 – 127.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal) : 16.777.216
Jumlah jaringan (maksimal) : 128
Cocok digunakan untuk jaringan yang memiliki skala sangat besar karena kapasitasnya pun sangat memadai. Namun, jika dibandingkan dengan kelas lainnya, seperti B dan C, kelas A mempunyai jumlah pembentukan jaringan cenderung minim, akan tetapi dari segi kapasitasnya, kelas A memegang posisi utama.
2. Kelas B
Rentang angka IP : 128.0.0.0 – 191.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal) : 1.048.576
Jumlah jaringan (maksimal): 16.384
Kelas B diperuntukan bagi jaringan dengan skala menengah ke atas dan mampu menciptakan jaringan hingga mencapai 16.384 buah, serta masing-masing jaringan bisa menampung host dengan jumlah 65.534.
3. Kelas C
Rentang angka IP: 192.0.0.0 – 223.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal) : 65.536
Jumlah jaringan (maksimal) : 2.097.152
Kelas ini digunakan untuk skala jaringan yang jauh lebih kecil, karena setiap jaringan hanya mampu menampung host hingga mencapai 254 host saja. Nah, biasanya, kelas C lebih digunakan pada rangkaian internet protokol secara private, misalnya saja seperti sekolah, universitas, hingga kost-kostan.
4. Kelas D
Rentang angka IP: 224.0.0.0 – 239.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik
Jumlah jaringan (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik
5. Kelas E
Rentang angka IP : 140.0.0.0 – 255.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik
Jumlah jaringan (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik
sc:https://www.jagoanhosting.com/blog/ipv4-terdiri-dari/
4). PERBEDAAN IP PRIVATE DAN IP PUBLIK
Perbedaan IP public dengan IP private
Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa IP public adalah alamat IP yang digunakan dalam jaringan global Internet. Sedangkan untuk IP private adalah alamat IP yang digunakan dalam jaringan local dan tidak bisa diakses dari jaringan internet secara langsung.
Contoh IP public adalah 36.153.137.60. IP ini merupakan ip public dari ISP yang anda gunakan. Sedangkan contoh IP private adalah 192.168.1.23. IP ini di dapatkan dari jaringan local komputer yang anda gunakan.
sc:https://www.rumahweb.com/journal/apa-itu-ip-public-adalah/#:~:text=Internet%20Service%20Provider).-,Perbedaan%20IP%20public%20dengan%20IP%20private,dari%20jaringan%20internet%20secara%20langsung
5). PERBEDAAN IPv4 DENGAN IPv6
Perbedaan IPV4 dengan IPV6
Terdapat perbedaan cukup signifikan antara IPV4 dan IPV6, baik dari ukuran bit, router, hingga mobilitasnya. Yuk ketahui perbedaan di antara keduanya!
• Konfigurasi: IPV4 mempunyai sistem konfigurasi manual, sedangkan IPV6 otomatis
• Kapasitas: IPV4 terdiri dari 32 bit dan IPV6 sekitar 128 bit
• Penggunaan: IPV4 mulai dioperasikan pada tahun 1981 dan IPV6 baru bisa digunakan sejak tahun 1999
• IPSEC: IPV4 bersifat opsional dan IPV6 mendukung penuh fitur ini
• Mobilitas: IPV4 sangat bergantung pada kemampuan roaming, sehingga jatuhnya terbatas, sedangkan IPV6 cenderung stabil (tetap terjaga)
• Routing: IPV4 cenderung menurun dan IPV6 efisien
• Ukuran header: IPV4 mempunyai ukuran header 20 oktet dan IPV6 mempunyai ukuran 40 oktet
sc:https://www.rumahweb.com/journal/apa-itu-ip-public-adalah/#:~:text=Internet%20Service%20Provider).-,Perbedaan%20IP%20public%20dengan%20IP%20private,dari%20jaringan%20internet%20secara%20langsung
6). IP GATEWAY
IP Gateway
Sedangkan IP Gateway adalah ip yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan local atau LAN dengan jaringan publik atau internet atau bisa sebaliknya. IP Gateway diibaratkan sebagai pintu keluar/masuk atau sebagai sebuah gerbang antara LAN dengan Internet. Misalnya nih, kita punya jaringan local dengan ip address 192.168.0.0/24, nah kita mau menghubungkan jaringan tersebut dengan internet dengan memakai modem yang memiliki IP 192.168.1.1/24. Nah nya lagi, IP modem tersebut sebagai gateway atau penghubung tadi, dengan tujuan routing yaitu ip internet.
Cara konfigurasinya, kita hanya tinggal mengetik command :
[user@identity] > ip route add=[ip_gateway]
sc:https://misskecupbung.wordpress.com/2018/09/11/mikrotik-add-ip-address-and-ip-default-gateway/#:~:text=Sedangkan%20IP%20Gateway%20adalah%20ip,gerbang%20antara%20LAN%20dengan%20Internet
7). IP NETWORK
IP Network
Segmen jaringan, dengan kata lain bisa disebut juga sebagai pengelompokan suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Dalam satu jaringan LAN maka IP Network tentu akan sama.
Segmen jaringan, dengan kata lain bisa disebut juga sebagai pengelompokan suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Dalam satu jaringan LAN maka IP Network tentu akan sama.
Sc:https://berfikirkeras.wordpress.com/270-2/
8). IP BROADCAST
IP Broadcast adalah alamat IP yang digunakan untuk menyampaikan informasi ke semua host yang ada pada suatu jaringan. Nomor yang digunakan untuk alamat ini adalah 255. Itu pula yang menjadi alasan mengapa angka 255 tidak boleh digunakan sebagai alamat host.
Contoh jika suatu komputer memiliki IP 192.168.1.80, maka:
Komputer tersebut berada pada jaringan kelas C.
Alamat jaringan (Network ID) dari komputer tersebut adalah 192.168.1.0.
Alamat host (Host ID) dari komputer tersebut adalah kelompok terakhir yaitu 80.
Alamat broadcast dari komputer tersebut adalah 192.168.1.255.
Alamat jaringan dan alamat broadcast semua komputer pada suatu jaringan sama.
sc:https://dinimelajah.com/2020/10/03/jaringan-komputer-ip-broadcast/?amp
9). Subnetmask
Adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada angka perduaan (binary) 32 bit yang digunakan untuk membedakan ID jaringan (network ID) dengan ID induk, yakni: menunjukkan letak suatu induk, entah berada di jaringan setempat atau di jaringan luar.
RFC 950 mengartikan penggunaan sebuah pola upajaringan yang disebut juga sebagai sebuah pola alamat (address mask) sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan pengidentifikasi jaringan (network identifier) dari pengidentifikasi induk (host identifier) dalam sebuah alamat IP. Bit-bit pola upajaringan diberi arti sebagai berikut:
Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh pengidentifikasi jaringan diatur ke nilai 1.
Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh pengidentifikasi induk diatur ke nilai 0.
Setiap induk (host) di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah pola upajaringan meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu pola upajaringan asali (default subnet mask) (yang digunakan ketika memakai pengidentifikasi jaringan berbasis kelas) ataupun pola upajaringan yang disuaikan (yang digunakan ketika membuat sebuah upajaringan atau adijaringan (supernet)) harus diatur pasang dalam setiap simpul (node) TCP/IP.
sc:https://id.m.wikipedia.org/wiki/Masker_subjaringan

Komentar
Posting Komentar